Makalah Bengkoang (Pachyrhizus erosus)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia sebagai zamrud khatulistiwa memiliki beragam jenis tumbuhan. Nenek moyang bangsa kita telah pandai memanfaatkan potensi alam ini sejak ratusan tahun yang lalu. Mereka meracik berbagai jenis tumbuhan, akar-akaran dan bahan alamiah lain untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, menjaga kesehatan tubuh serta mempercantik diri. Kemampuan ini diwariskan secara turun temurun hingga masa kini. 

Akan tetapi pada awal abad ke-20, berkembang pesat obat-obatan kimia yang mengakibatkan obat tradisional dengan bahan alam ditinggalkan. Penggunaan obat-obatan kimia (modern) dilakukan dengan alasan lebih praktis daripada menggunakan obat tradisional. Namun, dalam beberapa dekade ini baru disadari bahwa obat kimia (modern) memiliki efek samping yang merugikan apabila dikonsumsi secara paripurna, sedangkan obat tradisional berbahan alam relatif lebih aman dikonsumsi. Penelitian dan pengembangan obat-obatan tradisional berbahan alam dilakukan secara cermat dan teliti sehingga masyarakat tidak ragu untuk menerima kembali obat tradisional sebagai destinasi pengobatan mereka.

Filsuf Yunani kuno yang bernama Hippocrates pernah menyatakan let food be your medicine (gunakanlah makanan sebagai obatmu). Salah satu bahan pangan yang dapat digunakan sebagai obat adalah bengkuang.

Banyaknya khasiat dalam bengkuang menunjukkan bahwa bengkuang tidak hanya enak dinikmati sebagai bahan pangan, tetapi juga bermanfaat sebagai obat. Komposisi kimia yang sedemikian rupa memungkinkan bengkuang untuk digunakan sebagai obat.


1.2 Rumusan Masalah

  • Apa klasifikasi ilmiah tumbuhan bengkuang ?
  • Apa morfologi tumbuhan bengkuang ?
  • Apa sifat kimiawi dan efek farmakologis bengkuang?
  • Apa manfaat bengkuang bagi kesehatan?
  • Bagaimana cara penggunaan bengkuang untuk menyembuhkan penyakit ?
  • Bagaimana proses budidaya bengkuang di Indonesia ?

1.3 Tujuan

  • Ingin mengetahui dan memahami  klasifikasi ilmiah bengkuang.
  • Ingin mengetahui dan memahami morfologi bengkuang.
  • Ingin mengetahui dan memahami sifat kimiawi dan efek farmakologis bengkuang.
  • Ingin mengetahui dan memahami manfaat bengkuang.
  • Ingin mengetahui dan memahami cara penggunaan bengkuang untuk menyembuhkan penyakit.
  • Ingin mengetahui dan memahami proses budidaya bengkuang di Indonesia.

1.4 Manfaat

  • Mahasiswa bisa mengetahui klasifikasi dan morfologi bengkuang.
  • Mahasiswa bisa mengetahui sifat kimiawi dan efek farmakologis bengkuang sehingga dapat mengetahui manfaat dan cara penggunaan bengkuang bagi kesehatan tubuh.
  • Menambah pengetahuan mahasiswa mengenai keanekaragaman hayati.
  • Memenuhi learning objective yang telah diberikan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Ilmiah Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Berdasarkan ilmu taksonomi tanaman, bengkuang (Pachyrrhizus erosus) dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) 
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Pachyrrhizus
Spesies : Pachyrrhizus erosus (L.) Urban


2.2 Morfologi Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Herba membelit, panjang 2-5 m. Akar utama bentuk umbi,diameter 5-15 cm. Batang dengan rambut panjang yang mengarah ke bawah: poros daun dengan tangkai 8,5-16 cm. Anak daun runcing, sepanjang tepi atas bergigi kasar bertekuk, kedua sisi berambut; anak daun ujung bentukbelah ketupat, 7-21 kali  6-20 cm;anak daun sedikit lebih kecil. Tandan bunga diujung atau duduk di ketiak, sendiri atau berkumpul 2-4, panjang sampai 60 cm, berambut coklat; poros bertonjolan;tonjolan berbunga 7 buah atau kurang; panjang anak tangkai ± 0,5 cm. Tabung kelopak bentuk lonceng, tinggi ± 0,5 cm; panjang taju 0,5 cm. Mahkota gundul, ungu kebiru-biruan; bendera pada pangkalnya dengan 2 telinga yang terlipat membaik dan  dengan noda yang hijau, panjang ± 2cm;tunas tumpul. Tangkai pipih, ujung sedikit menggulung; kepala putik di bawah ujung tangkai putik, bentuk bola; tangkai putik di bawah kepala putik berjanggut. Polongan bentuk garis, pipih, dengan penyempitan melintang tercetak ke dalam di antara biji, panjang 8-13 cm, berambut. Biji 4-9. Dari Amerika; terpelihara dan liar, terutama di dataran rendah.


2.3 Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Menurut literatur, efek farmakologis umbi bengkuang adalah manis, dingin, sejuk, dan berkhasiat mendinginkan. Kandungan kimia bengkuang adalah pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C.
Umbi bengkuang mengandung protein, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C. Daun bengkuang mengandung saponin dan flavonoid. Sedangkan biji bengkuang mengandung saponin, flavonoid dan minyak atsiri.
 
Dalam penelitian berjudul The Exploration of Whitening and Sun Screening Compounds in Bengkoang Roots (Pachyrrhizus erosus) oleh Endang Lukitaningsih dari Universitat Wurzburg, Jerman, juga disebutkan bahwa bengkuang mengandung vitamin C, flavonoid, dan saponin yang merupakan tabir surya alami untuk mencegah kulit rusak oleh radikal bebas. Selain itu, zat fenolik dalam bengkuang cukup efektif menghambat proses pembentukan melanin, sehingga pigmentasi akibat hormon, sinar matahari, dan bekas jerawat dapat dicegah dan dikurangi.

Walaupun umbinya dapat dimakan, bagian bengkuang yang lain sangat beracun karena mengandung rotenon, sama seperti tuba. Racun ini sering dipakai untuk membunuh serangga atau menangkap ikan. Bagian biji dan daun bengkuang mengandung racun. Oleh karena itu, untuk menghindari keracunan jumlah penggunaan dari dua bagian tumbuhan tersebut perlu diperhatikan.


2.4 Kandungan Zat Gizi dan Fitonutrien Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Umbi merupakan bagian yang paling banyak dikonsumsi dari tanaman bengkuang. Bagian dalam umbi mengandung gula, pati, dan oligosakarida yang dikenal dengan nama inulin.

Uniknya, inulin tidak dapat segera diasup oleh tubuh sebagai sumber gula, tetapi perlu proses pemecahan lebih lanjut oleh enzim inulinase. Sifat inulin ini sangat berguna untuk aplikasi produk bagi penderita diabetes melitus maupun yang sedang berdiet rendah kalori.

Umbi bengkuang sering dikonsumsi karena dianggap memberi efek segar. Efek ini muncul karena kandungan air pada umbi yang cukup tinggi, yaitu sekitar 86 hingga 90 persen. Kadar air yang tinggi dapat menggantikan cairan tubuh, sehingga kita merasa segar.

Selain itu, bengkuang juga mengandung mineral tinggi. Mineral yang terkandung dalam bengkuang yang paling dominan adalah fosfor, zat besi, serta kalsium. Secara lengkap, komposisi zat gizi yang terkandung dalam 100 gram bengkuang dapat dilihat pada tabel.

Komposisi zat gizi umbi bengkuang
Zat gizi
Kadar per 100 gram
Energi (kkal)
55
Protein (g)
1,4
Lemak (g)
0,2
Karbohidrat (g)
12,8
Kalsium (mg)
15
Fosfor (mg)
18
Besi (mg)
0,6
Vitamin C (mg)
20
Vitamin B1 (mg)
0,04
Vitamin A (IU)
0,
Air (g)
85,1
Sumber: Direktorat Gizi Depkes (1992)

Dari tabel tersebut tampak bahwa kandungan utama bengkuang adalah air, yaitu 85 gram per 100 gram umbi. Kadar energinya yang cukup rendah (55 kkal/100 g) memungkinkan bengkuang untuk dikonsumsi sebagai bahan pangan yang baik bagi pelaksana diet rendah kalori dan penderita diabetes melitus.

Kandungan vitamin C yang cukup tinggi (20 mg/100 g), memungkinkan bengkuang digunakan sebagai sumber antioksidan yang potensial untuk menangkal serangan radikal bebas penyebab kanker dan penyakit degeneratif.

2.5 Simplisia Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia dapat berupa simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia pelikan (mineral).

Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman. Yang dimaksud eksudat tanaman ialah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau yang dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya, atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya.

Adapun nama simplisia pada bengkuang (Pachyrrhizus erosus), yaitu :
a. Pachyrrhizus erosus Semen : biji bengkuang
b. Pachyrrhizus erosus Radix : akar bengkuang


2.6 Manfaat Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari bengkuang, antara lain:
  • mengobati wasir 
  • mengobati demam
  • baik bagi penderita penyakit diabetes mellitus
  • mengobati sariawan
  • sebagai fitoestrogen alami
  • menurunkan kadar kolesterol darah
  • mengurangi produksi asam lambung
  • menjaga sistem kekebalan tubuh
  • khasiat lain dari bengkuang yaitu dapat mengobati penyakit beri-beri akibat kekurangan vitamin B1 (thiamin)

2.7 Budidaya Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) di Indonesia

Menurut sejarahnya, tanaman bengkuang berasal dari daerah Amerika Tengah dan Selatan, khususnya daerah Meksiko. Awalnya tanaman bengkuang dianggap sebagai obat-obatan oleh suku Aztec, terutama karena manfaat bijinya.

Selanjutnya oleh bangsa Spanyol, bengkuang disebarkan ke daerah Filipina. Kedatangan bangsa Spanyol ke Asia pada abad ke-17 tersebut mempunyai andil besar dalam menyebarkan tanaman bengkuang, hingga ke seluruh negara Asia dan Pasifik.

Tanaman bengkuang masuk ke Indonesia dari Manila melalui Ambon. Berawal dari Ambon, bengkuang kemudian dibudidayakan di seluruh pelosok negeri ini. Sentra produksi bengkuang saat ini adalah Jawa, Madura, dan di beberapa daerah lain, terutama di dataran rendah.

Varietas yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah bengkuang gajah dan bengkuang badur. Perbedaan di antara kedua jenis bengkuang ini adalah waktu panennya.

Varietas bengkuang gajah dapat dipanen ketika usia tanam memasuki empat sampai lima bulan. Varietas bengkuang badur memiliki waktu panen lebih lama. Jenis ini baru dapat dipanen ketika tanamannya berusia tujuh sampai sebelas bulan.

Dalam praktik budi daya, tanaman bengkuang sering ditanam di sela-sela tanaman lada. Hal ini dikarenakan akar tanaman bengkuang memiliki kemampuan untuk bersimbiosis dengan Rhizobium yang dapat menambat nitrogen dari udara.

Dengan kondisi berbagai iklim, khususnya tropis basah, bengkuang dapat beradaptasi dan tumbuh dengan baik. Keberadaan tanaman bengkuang yang dapat memfiksasi nitrogen membuat suplai nitrogen bagi tanaman lada tercukupi, sehingga tidak perlu penambahan unsur nitrogen dari luar (berupa pupuk urea).

Umbi bengkuang tidak tahan suhu rendah, sehingga mudah mengalami kerusakan. Karena itu, umbi sebaiknya disimpan pada tempat kering bersuhu maksimal 16°C. Penyimpanan umbi pada kelembaban dan suhu yang sesuai akan membuat bengkuang tahan hingga sekitar 2 bulan.


BAB III
PEMBAHASAN


Bengkuang bukan sekadar pemutih kulit, antioksidan yang ada pada bahan pangan ini bersifat antikanker dan mampu mencegah penyakit degeneratif lainnya. Bisa pula dipakai untuk membantu mengatasi wasir dan demam. Tanaman bengkuang tergolong ke dalam suku polong-polongan atau Fabaceae. Di Amerika tumbuhan ini dikenal sebagai xicama atau jicama. Dalam bahasa Inggris, umbi bengkuang dikenal dengan sebutan yambean. Di Indonesia, umbi tersebut dikenal dengan sebutan bengkuang atau bengkoang, sedangkan di Jawa disebut besusu. 

Dalam kehidupan sehari-hari, yang disebut bengkuang adalah umbi (cormus) dari tanaman bengkuang (Pachyrrhizus erosus). Bengkuang biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar utuh atau sebagai bagian dari rujak, asinan, manisan, salad, koktail, atau jus. Penambahan madu dan jeruk nipis ke dalam jus bengkuang diyakini dapat mencegah sariawan. Selain sebagai bahan pangan, umbi bengkuang secara tradisional juga sangat dikenal dalam dunia kecantikan, yaitu sebagai masker kecantikan untuk memutihkan dan menyegarkan kulit. Di kehidupan modern saat ini, masker bengkuang telah dipasarkan dalam bentuk bubuk atau pasta siap pakai.


3.1 Penyakit yang Dapat Disembuhkan dan Cara Penggunaannya

Menurut literatur yang mencatat pengalaman secara turun temurun dari berbagai Negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
  1. Mengobati Wasir
    Wasir terjadi karena gangguan aliran darah di sekitar dubur sehingga pembuluh darah melebar dan membengkak. Tidak semua penderita wasir memerlukan pengobatan medis, yakni mereka yang mengeluhkan pendarahan, adanya tonjolan dan gatal-gatal. Dengan pengobatan apapun kemungkinan wasir dapat kambuh kembali tergantung dari kebiasaan makan, minum dan buang air besar.
    Kandungan serat dalam bengkuang dapat membantu mengatasi wasir. Karena salah satu fungsi serat yaitu membantu memperlancar saluran pencernaan dan pengeluaran feses sehingga tidak sulit dan tidak menimbulkan rasa sakit serta mengurangi penekanan ketika mengeluarkannya. Dengan demikian dapat mengurangi rasa sakit penderita wasir. Untuk mengatasi wasir, bengkuang dibuat dalam bentuk jus yang diminum setiap bangun tidur dan pada pagi hari.
  2. Mengobati DemamDemam terjadi karena adanya suatu mekanisme pertahanan tubuh (respon imun) terhadap zat asing (bibit penyakit yang telah dilemahkan) yang masuk ke dalam tubuh. Adanya benda asing tersebut akan merangsang sistem pertahanan tubuh, sehingga akan merangsang aktivitas sel imunitas (sel makrofag dan limfosit T) untuk memerangi zat asing tersebut dengan meningkatkan proteolisis yang menghasilkan asam amino yang berperan untuk pembentukan antibodi atau sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi resisten dan kuat menghadapi bibit penyakit. Namun efek sampingnya tubuh secara otomatis akan mengeluarkan pirogen (zat penyebab demam). Pirogen selanjutnya membawa pesan melalui reseptor dalam hipotalamus, sehingga terjadi reaksi penaikan suhu tubuh dengan cara menyempitkan pembuluh darah tepi dan menghambat sekresi kelanjar keringat. Akibatnya pengeluaran kalor menurun dan suhu tubuh jadi meningkat.
    Bengkuang yang mempunyai sifat kimiawi yang berkhasiat mendinginkan dapat digunakan untuk menurunkan demam. Umbi bengkuang dapat dimakan secara langsung maupun dibuat dalam bentuk jus yang diminum pagi dan sore.
  3. Penyakit Diabetes MellitusDiabetes melitus atau yang sering dikenal dengan nama kencing manis merupakan penyakit yang tidak pandang bulu. Semua kalangan dapat mengidap penyakit ini, baik kaya maupun miskin, remaja muda maupun orangtua. Perubahan gaya hidup terutama pola makan yang beralih ke makanan yang serba instan dan praktis dapat memicu terjadinya diabetes melitus. Selain perubahan gaya hidup dan pola makan, faktor genetik juga berperan terhadap timbulnya penyakit ini.Penyakit kencing manis atau Diabetes Melitus merupakan penyakit yang bersifat kronis (menahun) yang terjadi akibat kekurangan insulin absolut atau relatif. Ditandai dengan meningkatnya konsentrasi glukosa di dalam darah. Selain itu juga mempengaruhi metabolisme protein dan lemak di dalam tubuh. Penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan.Upaya pengobatan yang biasa dilakukan adalah pemberian insulin. Namun upaya yang tidak kalah pentingnya yaitu mengaja keseimbangan konsumsi makanan. Pengaturan makanan dan aktivitas fisik merupakan cara yang terbaik agar kadar gula dalam darah tetap dalam keadaan normal. Selain dengan obat dokter, bengkuangpun dapat digunakan untuk mempertahankan kenormalan kadar gula dalam darah. Serat makanan yang terdapat dalam bengkuang berperan dalam menurunkan kadar gula dalam darah karena diserap secara perlahan dan tidak semuanya diubah menjadi glukosa. Dengan demikian serat pada bengkuang dapat mengendalikan gula darah para penderita diabetes mellitus. Dalam upaya mempertahankan kadar gula dalam darah tetap normal, bengkuang dibuat dalam bentuk jus atau dapat pula diparut kemudian disaring lalu diambil sarinya dan diminum setiap pagi dan malam hari.
  4. Mengobati SariawanSariawan merupakan gejala erosi pada kulit mulut, yakni dinding dalam pipi atau lidah. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin C, alergi atau penurunan daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C dalam bengkuang yang bertindak sebagai antioksidan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan penderita sariawan. Bengkuang dapat diberikan pada penderita sariawan dengan cara dibuat dalam bentuk jus yang kemudian ditambahkan dengan madu dan air secukupnya.
  5. Efek Menopause (Sebagai fitoestrogen Alami) Bagi kaum wanita, kehadiran fitoestrogen sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas hidup diusia tua. Ketika seorang wanita memasuki masa menopause dimana hormon estrogen tidak lagi diproduksi tubuh atau hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil, sehingga ada kecenderungan wanita mengalami kemunduran fisik, diantaranya kulit lebih cepat mengeriput serta organ tulang mulai rapuh dan mudah patah.Oleh karena itu makanan yang mengandung fitoestrogen harus diusahakan tersaji dalam menu hidangan setiap hari. Bengkuang merupakan salah satunya makanan yang mengandung fitoestrogen sehingga baik untuk dikonsumsi bagi mereka yang sudah memasuki masa menopause agar keluhan yang terjadi pada masa menopause dapat dihindarkan dan akan menjadikan wanita yang semakin tua menjadi semakin segar dan lebih menarik.
  6. Kadar Kolesterol DarahTrigliserida dan kolesterol merupakan fraksi lemak yang biasa terdapat dalam darah. Dalam jumlah yang tepat lemak sangat penting untuk tubuh. lemak merupakan zat yang kaya energi utnuk proses metabolime tubuh. Namun dalam jumlah yang berlebihan, lemak (trigliserida dan kolesterol) bisa menyebabkan penyakit yang sangat serius seperti atherosklerosis, stroke dan penyakit jantung koroner. Kadar trigliserida dan kolesterol total dalam darah yang dianjurkan adalah kurang dari 200 mg/ dl. Jika jumlahnya telah melebihi batas tersebut maka perlu diwaspadai dan dilakukan upaya terapi untuk menurunkannya.Salah satu cara menurunkan kadar kolesterol dalam darah yaitu dengan cara melakukan pengaturan makanan dengan baik dan benar. Terapi jus bengkuang dapat dilakukan untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Kandungan air dan serat dalam bengkuang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain serat dan kadar air yang tinggi, kandungan vitamin C dalam bengkuang yang berfungsi sebagai antioksidan juga dapat membantu dalam proses penurunan kadar kolesterol dalam darah.
  7. Gangguan Asam LambungGangguan asam lambung merupakan salah satu penyakit yang terjadi karena pola hidup dan pola makan yang berubah. Gangguan ini biasanya banyak terjadi pada mereka yang sibuk bekerja sehingga seringkali melalaikan waktu makan. Apabila produksi asam lambung semakin meningkat akan menyebabkan rasa mual dan muntah, nyeri pada ulu hati, rasa lemah, nafsu makan menurun, bahkan sakit kepala. Jika tidak segera diobati akan menyebabkan terjadinya peradangan atau bahkan luka dalam perut yang disebut dengan ulkus peptikum. Untuk mengurangi produksi asam lambung yang berlebih, dianjurkan untuk memperbanyak makan buah dan mengurangi makanan yang berminyak dan pedas yang dapat merangsang produksi asam lambung. Ahli naturopati menyarankan untuk mengkonsumsi bengkuang segar yang dimakan dalam bentuk biasa tanpa sambal atau garam. Karena sifat umbinya yang dingin serta sifat alkali bengkuang yang cepat meyerap asam lambung yang berlebih.
  8. Penyakit Beri-beri
    penyakit beri-beri akibat kekurangan vitamin B1 (thiamin). Caranya yaitu dengan mengupas bengkuang, lalu cuci bersih kemudian diparut atau dijus dengan menggunakan jus ekstraktor. Sebaiknya diminum pada waktu pagi hari atau siang hari setelah makan. 
  9. Khasiat lain dari bengkuang yaitu dapat menjaga sistem kekebalan tubuhBengkuang merupakan salah satu jenis bahan pangan yang memegang peranan penting dalam menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan vitamin C dan beberapa phytonutrien yang terdapat dalam bengkuang dapat membuat sistem kekebalan tubuh terjaga, sehingga relatif dapat terhindari dari serangan berbagai macam infeksi maupun penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri maupun mikroorganisme yang berbahaya.

3.2 Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) sebagai Obat Luar Dalam

Sebagai obat luar, bengkuang terlebih dahulu harus dihaluskan dan ditempelkan di bagian-bagian tubuh tertentu. Untuk pengobatan dalam, bengkuang dapat mengatasi berbagai penyakit seperti diabetes, demam, eksim, sariawan, dan wasir. Selain umbi, bagian tanaman lainnya yang dapat digunakan sebagai obat adalah akar, biji, dan tangkainya. Untuk pengidap, diabetes, bengkuang dapat diparut, disaring, kemudian diminum bagian cairnya dua kali sehari.

Walaupun bengkuang memiliki efek farmakologis sebagai obat untuk berbagai penyakit seperti demam, penyakit kulit, dan nyeri perut, tumbuhan ini juga berbahaya karena mengandung racun di bagian biji dann daunnya. Penggunaan bagian biji dan daun perlu diwaspadai agar tidak terjadi keracunan. Tidak hanya di bidang kesehatan dan pangan, bengkuang juga diaplikasikan pada bidang industri kosmetik. Bagian akar atau umbi bengkuang dimanfaatkan sebagai bahan bedak dingin untuk perawatan wajah, sehingga wajah menjadi terlihat lebih segar, halus, dan putih.
Manfaatnya sebagai kosmetik, membuat bengkuang identik dengan efek pemutihan kulit. Bengkuang dalam bentuk ramuan masker, sejak dahulu kala memang telah dipercaya dapat menghaluskan, memutihkan, serta menghilangkan flek atau noda di bagian wajah.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada makalah ini, dapat ditarik suatu kesimpulan bukan hanya berkhasiat untuk mempercantik diri, tetapi ternyata juga dapat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti  mengatasi penyakit kulit, diabetes, demam, eksim, sariawan, dan wasir serta mampu menjaga kesehatan tubuh. Walaupun umbinya dapat dimakan, bagian bengkuang yang lain sangat beracun karena mengandung rotenone, seperti bagian biji dan daun bengkuang. Sehingga untuk menghindari keracunan, maka jumlah penggunaan dari dua bagian tumbuhan tersebut perlu diperhatikan. Tanaman bengkuang sering juga ditanam sebagai pupuk hijau atau untuk penutup tanah di perkebunan teh.

4.2 Saran

Kami menyadari bahwa dalam makalah kelompok ini masih terdapat banyak kekurangan, ibarat pepatah,”tiada gading yang tak retak. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan guna perbaikan makalah ini.


DAFTAR PUSTAKA

  • Adi, Lukas Tersono. 2008. Tanaman Obat dan Jus. Jakarta: Agromedia Pustaka.
  • Apriadji, Wied Harry. 2006. 180 Jus Buah dan Sayuran. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.
  • De Guzman-Ladion Herminia. 2009. Tanaman Obat Penyembuh Ajaib. Bandung: Publishing House.
  • Mooryati Soedibyo, R.R.A. 1998. Alam Sumber Kesehatan (Manfaat dan Kegunaan). Jakarta: Balai Pustaka.
  • Purwanto, Imam. 2007. Mengenal Lebih Dekat Leguminoseae. Yogyakarta: Kanisius.
  • Redaksi Agromedia. 2008. 273 Tanaman Tradisional untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Jakarta: Agromedia Pustaka.
  • Rozaline, Hartin. 2006. Terapi Jus Buah dan Sayur. Bandung: Niaga Swadaya.
  • Steenis ,Van. 2008.  Flora. Jakarta: Pradnya Paramita 
  • Surtiningsih. 2005. Cantik dengan Bahan Alami. Jakarta: Elex Media Komputindo.
  • Wirakusumah, Emma S.. 2007. Cantik dan Awet Muda. Jakarta: Penebar Plus.


Semoga apa yang tersaji dalam blog ini bermanfaat. Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Silahkan jika ingin di sebarluaskan dengan mencantumkan sumbernya yaa :) terima kasih.

✖ Komentar dengan isi Link Aktif, Promosi, atau mengandung unsur Sara akan dihapus.

EmoticonEmoticon